Berstrategi Atau Mati

MANAJEMEN STRATEGI
DALAM BHARATA YUDHA
Memenangkan tanpa Mengalahkan

COLLECTIE TROPENMUSEUM Wajangfiguur van karbouwenhuid voorstellende een pauzeteken TMnr 4551-27.jpg

Oleh :
SUDARMAWAN JUWONO

Berstrategi Atau Mati




Strategi merupakan konsep yang digunakan untuk mengartikan suatu cara yang efektif dalam mencapai tujuan atau menyelesaikan masalah tertentu. Penggunaan kata strategis berasal dari istilah militer sehingga tidak mengherankan bilamana analogi bisnis dengan perang. Kata strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu ”strategos”. Kata strategos dibentuk dari kata ” stratos ” yang berarti militer dan ” ag ” yang berarti memimpin.

Jenderal Clausewitz menjelaskan strategi sebagai cara penggunaan pertempuran untuk mencapai tujuan perang. Perang merupakan kumpulan dari pertempuran, sehingga kemenangan dalam perang ditentukan oleh pertempuran. Sedangkan Liddell Hart menyebutkan bahwa strategi adalah seni mendistribusikan dan menggunakan alat atau cara militer guna mencapai tujuan politik. Sedangkan Webster menjelaskan bahwa strategi adaah ilmu dan seni tentang penggunaan kekuatan politik, ekonomi, psikologi dan militer suatu bangsa yang memungkinkan dukungan maksimal pada kebijaksanaan yang telah ditetapkan baik dalam perang atau damai. Dalam bahasa Indonesia strategi dikatakan sebagai ilmu dan seni yang menggunakan sumber daya untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam perang dan damai. Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa pemahaman strategi tidak terlepas dari konsep militer.

Salah satu bentuk yang diuji dalam peperangan adalah adu strategi. Dalam Bharata Yudha, Pandawa dan Kurawa saling beradu dengan menggunakan segala macam cara untuk dapat saling mengalahkan. Pola-pola yang digunakan dalam perang besar tersebut menyerupai bila tidak dikatakan sama dengan strategi yang digunakan dalam bisnis modern sekarang ini. Kata “ strategi” berasal dari dunia militer dan dipergunakan dalam aktivitas-aktivas militer.
Keharusan Menggunakan Strategi ?
Pertarungan raksasa-raksasa bisnis baik terbuka atau tidak, mirip dengan peperangan. Masing-masing pihak berusaha memanfaatkan kelemahan kelengahan lawan. Istilah strategi atau siasat, menyerang atau bertahan merupakan konsep yang digunakan dalam militer juga digunakan dalam petarungan bisnis. Jack Welch, mantan petinggi General Electric konon menggunakan prinsip ajaran Tsun Tzu. Sekalipun demikian prinsip ini juga mulai ditinggalkan para praktisi pemasaran karena nilai-nilai yang diajarkan Tsun Tzu sangat bertentangan dengan kemanusiaan. Sekalipun ada kritik bahwa ajaran Tsun Tzu bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan namun demikian ajaran ini masih diminati untuk dipelajari serta diimplementasikan dalam dunia nyata.

Strategi adalah bagian dari upaya memecahkan permasalahan yang dihadapi. Suatu masalah tidak cukup dirumuskan setelah diketahui namun perlu dipikirkan bagaimana mengatasinya dengan potensi yang ada. Hukum dasar pertama mengatakan bahwa siapa yang lebih banyak dan kuat lebih berpeluang memenangkan pertempuran. Hukum dasar kedua adalah kemenangan diperoleh pihak yang mampu bertindak lebih tepat dengan memanfaatkan kelemahan lawan. Hukum ketiga adalah kemenangan diperoleh pihak yang dapat bertindak memanfaatkan potensi sendiri dengan baik. Namun dalam berbagai kisah pertempuran terkenal di dunia, banyak kemenangan diperoleh oleh pasukan yang jauh lebih kecil. Kuncinya adalah strategi.

Strategi Berada Antara Pemikiran dan Nilai-Nilai
Ketika Bharata Yudha tidak dapat dihindarkan, semua pihak bersiap-siap mengambil langkah-langkah untuk mempersiapkan segala kemungkinan. Ketika Pandawa hendak memulai pertempuran, mereka sadar bahwa menghadapi lawan yang lebih kuat harus menggunakan cara yang tepat. Mereka tidak segan-segan mengubah aturan permainan yang konvensional bahkan melanggar aturan permainan itu sendiri. Menggunakan cara-cara biasa akan membawa pada kekalahan. Perencanaan dan pemilihan suatu strategi dilandasi pemahaman mengenai potensi diri, prospek keberhasilan dan mengurangi kerugian.
Previous
Next Post »