Membaca Situasi Bharata Yudha Dalam Perspektif Manajemen

MANAJEMEN STRATEGI
DALAM BHARATA YUDHA
Memenangkan tanpa Mengalahkan

COLLECTIE TROPENMUSEUM Wajangfiguur van karbouwenhuid voorstellende een pauzeteken TMnr 4551-27.jpg

Oleh :
SUDARMAWAN JUWONO

Membaca Situasi Bharata Yudha Dalam Perspektif Manajemen



Strategi Lainnya : Kearifan Strategi Dalam Bharatayudha

Asal kisah ini ditulis oleh Resi Wiyasa atau Begawan Abiyasa yang menceritakan peperangan antara dua keturunan Bharata yaitu Pandawa dan Kurawa. Di Indonesia, kisah ini digubah oleh Empu Sedah dan dilanjutkan oleh Empu Panuluh hingga tahun 1157 jaman kerajaan Kediri. Sehingga kisah ini sudah cukup populer dalam budaya Jawa –Bali pada masa itu. Sekalipun kebudayaan Hindu sudah digantikan dengan kebudayaan Islam namun demikian bukan berarti pengaruh tersebut sirna. Berbagai seni budaya dan pemikiran justru bertahan dan diwariskan hingga sekarang ini sehingga Bharata Yudha tidak hanya dikenal di Bali saja namun pada suku bangsa Jawa dan Sunda yang memeluk agama Islam. Bharata Yudha menjadi tuntutan bukan hanya tontonan bagi sebagian orang Jawa dan Sunda. Kisah-kisahnya seperti kisah pewayangan lainnya disesuaikan dengan pandangan budaya dan ajaran Islam. Namun demikian intisari dan hikmah cerita ini sesungguhnya tetap lestari. Kisah Bharata Yudha dalam kehidupan modern juga telah banyak digubah sesuai dengan tuntutan jaman bahkan mulai abad 20 ini mulai menjadi komik.

Bagaimana menganalogikan Bharata Yudha sebagai arena pertarungan atau adu strategi manajemen ? Kedahsyatan perang ini dapat digambarkan dari korban yang sangat besar yaitu 9.539.050 jiwa tidak termasuk para senapati dan binatang-binatang yang menjadi tunggangan mereka. Mungkin jumlah tersebut dilebih-lebihkan untuk menggambarkan kedahsyatan perang yang terjadi saat itu. Padahal perang hanya berlangsung dalam waktu 18 hari saja. Adapun pertempuran dalam perang Bharata Yudha yang terlama adalah 10 hari ketika Kurawa dipimpin Resi Bisma sedangkan paling singkat hanya setengah hari.

Secara ringkas dasar perang Bharata Yudha adalah ketika Pandawa menagih janji Kurawa menyerahkan tanah dan kekuasaan kerajaan Astina yang menjadi hak mereka. Persoalannya mengapa Bharata Yudha menjadi muncul ketika semua pihak telah dimantapkan kedudukannya masing-masing. Bharata Yudha adalah babak akhir dari kehidupan Pandawa. Dalam teori organisasi atau produk kita mengenal adanya empat tahap kehidupan suatu produk yaitu kelahiran organisasi, pertumbuhan, masa kedewasan atau kemunduran, dan terakhir masa kematian. Keberadaan Pandawa dan Kurawa harus dilihat dari hubungan keduanya.

Pertama, kelahiran Pandawa ketika sudah membangun keraton Indraprasta hingga kemudian direbut oleh Kurawa. Pada masa ini Pandawa tidak memiliki kekuatan apa-apa, apalagi sekutu yang mampu memperjuangkan mereka. Ketika Pandawa mengalami kemalangan, tidak ada yang tergerak membela. Ketika Drupadi dipermalukan oleh Dursasana tidak ada yang membela atau menyelamatkannya. Tangis Drupadi seakan tertelan oleh kebesaran keraton Astina dan suara gelak tawa seratus Kurawa.

Kedua, pada masa ini Pandawa mengalami masa pertumbuhan yang pesat setelah berhasil menggandeng Pringgondani serta membangun keraton Amarta di hutan Wisamarta. Pada masa ini Pandawa mengalami puncak kejayaan serupa dengan yang dialami oleh Kurawa penguasa Astina. Anak-anak Pandawa telah tumbuh menjadi satria-satria pilih tanding. Pada masa ini Pandawa mulai merasakan bahwa setahap lagi mereka akan memasuki kedewasaan dan kemunduran.

Sedangkan sebaliknya Kurawa tengah memasuki masa kemunduran karena satria-satria mereka telah semakin menua sementara anak-anak mereka yang lahir tidak perkasa seperti anak-anak Pandawa. Masa kedewasaan ini bagi Kurawa adalah puncak kedewasaan sehingga merasa sebaiknya mereka mengalahkan Pandawa sehingga aman bagi kedudukan generasi mereka mendatang. Kecemasan mereka semakin beralasan Mengalahkan Pandawa berarti akan merebut Amarta sehingga mampu menaklukkan Pandawa secara keseluruhan sehingga tercapai kemenangan total. Pada masa kedewasaan ini perlu bagi Astina untuk melakukan revitalisasi guna membangkitkan kembali kekuatan yang ada.
Previous
Next Post »