Strategi 11. Digdaya Tanpa Aji Nglurug Tanpa Bala


MANAJEMEN STRATEGI
DALAM BHARATA YUDHA
Memenangkan Tanpa Mengalahkan

COLLECTIE TROPENMUSEUM Wajangfiguur van karbouwenhuid voorstellende een pauzeteken TMnr 4551-27.jpg

Oleh :
SUDARMAWAN JUWONO

Digdaya Tanpa Aji Nglurug Tanpa Bala



Strategi Lainnya : Kearifan Strategi Dalam Bharatayudha



Saat Prabu Salya menjadi senapati memimpin peperangan yang berlangsung sampai setengah hari karena berhadapan dengan Prabu Yudistira. Dalam perang tanding ini Prabu Yudistira menggunakan pusaka Jamus Kalimasada  yang seketika melumpuhkan kekuatan Prabu Salya. Jamus Kalimasada dalam pewayangan adalah berwujud ajaran spiritual (digambarkan dalam sebuah buku atau layang) bukan suatu kesaktian fisik. Dalam peperangan yang tidak seimbang ini kekuatan raksasa Prabu Salya dikalahkan kekuatan spiritual Prabu Yudistira yang telah mendalami makna Kalimasada.

Prabu Salya menjadi panglima perang Kurawa yang tiada tandingan. Sebenarnya Salya sendiri merasa bahwa dirinya telah salah memilih kebenaran. Separuh anaknya ada di pihak Pandawa, sedangkan lainnya di pihak Kurawa. Namun apa daya sebagai seorang raja yang dikatakan ” sabda pendita ratu ” malu dirinya untuk mundur. Bagi dirinya mati atau gugur di medan peperangan akan lebih mulia. Dalam pertempuran hari ini, Prabu Salya mengamuk menggunakan aji Candrabirawa yang mampu mengerahkan pasukan raksasa sebanyak-banyaknya. Pasukan ini bila mati maka akan hidup berlipat ganda sehingga sia-sia belaka bila lawan bermaksud membunuh raksasa-raksasa ini. Puntadewa maju ke depan sebagai panglima. Ketinggian ilmu sang Darmakusuma adalah ” ajiannya ” yang mengembalikan seseorang kembali ke dharmanya. Teringat Prabu Salya pada kata-kata mertuanya, Resi Bagaspati yang berwujud raksasa. Bahwa kekalahan raksasa bukan pada kekuatannya namun pada hatinya. Seperti takluknya Pringgondani pada Pandawa karena jantungnya yaitu Arimbi telah direbut hatinya oleh Bimasena. Seketika Candrabirawa dikeluarkan namun tidak menyerang Prabu Puntadewa namun sebaliknya berbalik melawan tuannya sendiri.

Strategi Mengalahkan Dengan Memanfaatkan Kekuatan Lawan
Strategi melawan Prabu Salya dengan Prabu Puntadewa adalah strategi meminjam kekuatan lawan. Semakin kuat lawan melawan maka semakin kuat mereka dikalahkan. Strategi ini dipahami baik pada pencak silat atau beladiri tenaga dalam yang menggunakan tenaga lawan. Ibarat memantulkan cahaya atau bayangan melalui cermin. Pada pertunjukan kemampuan tenaga ini seperti kita biasa saksikan ada sesorang dikeroyok banyak orang. Para pengeroyok dengan sekuat tenaga menyerang namun mereka tidak bisa menyentuh orang yang bertahan tersebut. Mereka ini tidak mampu menyentuhnya sama sekali bahkan sebaliknya mereka terlempar.  Uniknya kekuatan yang mereka gunakan itulah sebesar kekuatan yang membuat mereka terlempar. Kemampuan menggunakan tenaga lawan seperti dengan cermin ini didapatkan dari suatu hasil pengendalian diri. Para pesilat tersebut belajar mengenai cara menghimpun tenaga dan mengendalikannya. Pada saat bertarung tenaga tersebut dapat digunakan dengan baik. Tugas mereka adalah memancing lawan agar mereka menyerang dengan sungguh-sungguh.

Dalam hukum fisika kita mengenal adanya hukum Archimedes yaitu gaya yang diterima sebesar beban yang dipindahkan. Hal ini menjelaskan mengapa kapal selam yang terbuat dari besi bisa mengapung atau melayang dalam air. Cara cara seperti ini sangat rasional dalam bisnis bukan suatu keajaiban. Pertarungan dapat dimenangkan tanpa menggunakan tenaga yang sebanding dengan tenaga yang dimiliki lawan. Bahkan lawan yang paling kuat sekalipun dapat dikalahkan bila ilmu milik Prabu Puntadewa ini bisa dipahami.

Dalam bisnis kita bisa melihat bagaimana strategi ini diterapkan untuk memilih pembeli dengan cara lelang. Lelang adalah cara mendapatkan pembeli dengan penawaran harga yang terbaik. Semakin tinggi para peserta lelang menawar maka akan memberi keuntungan pada penjual. Para penjual sering pula memanfaatkan situasi lelang yang panas dengan menyusupkan orang-orang yang mampu mendongkrak lelang dengan berpura-pura mengajukan harga yang lebih tinggi.
Sama halnya suatu negara yang memiliki sumber daya alam besar tanpa kekuatan yang cukup akan membahayakan dirinya sendiri. Seperti seorang yang menggunakan perhiasan menyolok berjalan di jalanan yang sepi sendirian. Tindakannya dapat memancing penjahat untuk bertindak mencelakakan dirinya agar mendapat perhiasan yang tengah dikenakannya.

Previous
Next Post »