Strategi 19. Panglima Terakhir

MANAJEMEN STRATEGI
DALAM BHARATA YUDHA
Memenangkan Tanpa Mengalahkan

COLLECTIE TROPENMUSEUM Wajangfiguur van karbouwenhuid voorstellende een pauzeteken TMnr 4551-27.jpg

Oleh :
SUDARMAWAN JUWONO

Panglima Terakhir



Strategi Lainnya : Kearifan Strategi Dalam Bharatayudha



"Pemanfaatan orang lain untuk melakukan aktivitas guna kepentingan sendiri."


Ketika Duryudana merasa tidak mampu melanjutkan perang namun juga tidak mau mengakhiri perang maka melantik Aswatama untuk menjadi panglima perang Astina yang terakhir. Aswatama yang dibakar dendam menerima perintah Duryudana dengan senang hati. Akhirnya Aswatama menyusun kekuatan kembali untuk menyerang Pandawa secara diam-diam. Duryudana sadar bahwa penggunaan Aswatama merupakan ” bonekanya ” sendiri memanfaatkan dendam Aswatama pada Pandawa. Mengapa Aswatama mau diperintah ? Aswatama masih mengakui Duryudana sebagai rajanya sekalipun yang bersangkutan tidak berdaya lagi.

Strategi ini juga digunakan oleh Resi Durna ketika hendak membalaskan dendamnya pada Prabu Drupada yang pernah menghinanya. Raja ini sebenarnya merupakan kawan sepermainan semasa kecil. Suatu saat Durna muda bermaksud menemui Drupada yang telah diangkat menjadi raja. Namun oleh adik ipar raja, yaitu Raden Gandamana yang tidak menyukai tindakan Durna kemudian menghukumnya. Gandamana memukuli serta mengusir Durna, sehingga menjadikan dendam. Melawan Drupada sendiri tidak mungkin karena dirinya tidak memiliki pasukan. Satu-satunya jalan adalah memerintahkan para muridnya yaitu Pandawa dan Kurawa untuk mengalahkan Prabu Drupada. Usaha ini berhasil sehingga Drupada memberikan tanah untuk dirinya sebagai bentuk permintaan maaf pada Resi Durna.

Pada lakon Dewa Ruci, sebaliknya Duryudana menggunakan peran Resi Durna untuk memerintahkan Bimasena mencari Tirtaamertasari. Kewibawaan dan pengaruh Resi Durna tidak diragukan lagi oleh Bimasena. Duryudana mengetahui benar kalau Bimasena sangat menghormati Resi Durna, semua perintahnya akan dipatuhi. Meskipun perintah tersebut sangat berbahaya dan tidak masuk akal namun dijalankan Bimasena. Menurut Bimasena tidak mungkin seorang guru berbuat culas pada muridnya.

Rahasia Strategi
Strategi ini merupakan salah satu praktik manajemen yang utama yaitu memanfaatkan peluang menggunakan orang lain untuk kepentingan diri sendiri. Penggunaan orang lain yang paling rendah hirarkinya adalah penggunaan orang-orang yang tidak memiliki kepandaian atau kelebihan. Penggunaan orang sejenis ini memerlukan perhatian karena salah mengatur akan merugikan diri sendiri. Kedua penggunaan orang yang memiliki kelebihan namun tidak memiliki kepentingan. Ketiga penggunaan orang lain yang memiliki kepentingan sama. Tugas seorang manajer adalah meningkatkan orang-orang yang dipimpinnya meningkat kemampuan serta memiliki kepentingan bersama. Penting untuk diperhatikan dalam strategi ini adalah adanya kewibawaan serta pengaruh orang memberi perintah maupun yang diberi perintah.

VOC dan pemerintah kolonial Belanda menggunakan para raja
Dalam mengatasi ketidakmampuan wilayah jajahan, mereka menggunakan para raja untuk membantu pemerintah. Pemanfaatan para raja yang masih dihormati ini cukup efektif. Para raja ini diberi berbagai fasilitas maupun otonomi mengatur kawasannya sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan raja ini dianggap masih memiliki pengaruh secara politis. Oleh sebab itu pemerintah kolonial juga dalam beberapa hal menghormati keberadaan para raja. Bagi raja, peluang ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat serta mempertahankan pengaruh mereka dihadapan rakyat. Para raja menggunakan berbagai simbol dan atribut yang membuat keberadaan mereka seperti halnya penguasa sesungguhnya.

Jauh sebelumnya kerajaan Majapahit juga menggunakan strategi ” sarang tawon ” ini untuk mempertahankan wilayah-wilayah yang menjadi bagian dari imperiumnya. Strategi ini memanfaatkan para raja untuk mengamankan daerah sekitarnya maupun menggunakannya untuk memukul raja-raja lain yang membelot. Untuk mengontrol kekuasaan ini, para raja taklukan akan mengirim utusan dan menyampaikan upeti setiap tahun sesuai dengan waktu yang ditentukan. Raja yang tidak mengirimkan utusan akan diperangi oleh raja-raja lainnya.
Dalam politik modern, kita juga melihat pemerintah-pemerintah boneka dibentuk untuk kepentingan negara-negara asing. Pemerintahan Irak yang didukung oleh Amerika Serikat dan sekutunya merupakan alat bagi kepentingan Barat. Sekalipun pemerintah-pemerintah ini dipersenjatai serta didukung secara finansial sesungguhnya mereka ini rapuh karena tidak berdiri di atas kekuatan sendiri. Dalam sebuah karikatur pada tahun 80-an ada ilustrasi yang menggambarkan pemimpin revolusi Ayatullah Khomeini sebagai boneka Uni Soviet. Tentu saja hal itu tidak terbukti benar, bahkan Khomeini sesungguhnya telah memanfaatkan perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet untuk mempertahankan revolusinya.

Pada praktik bisnis kita sering mendapatkan adanya penggunaan orang-orang yang dianggap menarik atau didengar pendapatnya untuk mempengaruhi opini masyarakat. Seperti Sidomuncul menggunakan seorang  selebritis dan ilmuwan manajemen. Slogannya orang pintar minum jamu, menunjukkan bahwa pengaruh mereka ini dimanfaatkan. Logikanya bila orang pintar saja memilih produk tersebut maka apalagi yang perlu dipertanyakan. Hal ini berbeda motivasinya bila iklan tersebut menggunakan orang biasa yang tidak terkenal. Sekalipun masyarakat juga berpikir kritis memandang hal tersebut namun sedikit banyak akan terpengaruh.

Siasat ini juga dilakukan perusahaan yang berurusan dengan masyarakat yang menggugat keberadaannya atau dalam upaya penggusuran. Penyelesaian dengan melibatkan warga secara keseluruhan tidak menguntungkan perusahaan. Oleh sebab itu mereka memanfaatkan tokoh-tokoh masyarakat yang bisa direkrut untuk mempengaruhi masyarakat. Penggunaan tokoh-tokoh yang diangkat sebagai pejabat perusahaan tersebut atau preman-preman untuk menakut-nakuti masyarakat juga salah satu cara yang menggunakan strategi ini. Keberadaan tokoh-tokoh ini juga merupakan boneka yang tidak memiliki kekuatan sesungguhnya.
Previous
Next Post »